Tuesday, 9 December 2014

Ketakutan setelah lulus

aneka-kumpulan-gambar-danbo-galau-terbaru-terlengkap4.jpg

Pertanyaan-pertanyaan semacam ini sudah banyak membuat galau jutaan pemuda-pemudi indonesia. Mereka seakan terjebak dalam sebuah pandangan yang belum pernah mereka ketahui sama sekali. Bahwa tentang hidupnya, mereka bingung akan jadi apa setelah lulus. Getar-getir resah kadang menyeruak di dalam diri mereka, bersama bimbang yang selalu sejalan, dan kemudian terpola lalu menciptakan sebuah struktur baru dalam diri mereka yaitu, Ketakutan.

Sebagai seorang siswa sma yang beberapa bulan lagi akan lulus, saya juga kadang resah dan bimbang akan sebuah pertanyaan “Mau kemana setelah lulus?” dan saya sering merenung, menyendiri, hanya untuk memecahkan pertanyaan itu. Banyak teman saya yang kadang juga melakukan hal seperti itu. Kadang pula kami sering berbincang dengan topik obrolan  ”Mau kemana setelah lulus?” namun diceritakan dengan sesuatu yang lucu dan tidak serius. Bincangan yang setidaknya bisa melunakan rasa resah dan bimbang untuk sementara.

Saya pernah ditanya oleh seorang teman,

“Renal, setelah lulus mau ngapain?”

Ketika itu saya sudah punya jawaban.

“Saya Lanjut kuliah.” jawab saya yakin.

“Mau ngambil jurusan apa?”

“Politik.”

Dengan merenunglah saya mendapatkan jawaban itu. Menurut saya,  ”Hidup ini pilihan. Dan kamu hanya perlu memilih apa yang kamu yakini.” Beranjak dari situ, kehidupan saya semakin membaik dan sudah memiliki satu proses untuk masa depan. Saya sudah tidak resah dan bimbang lagi.

Kemudian beberapa hari dari hari itu, saya bertemu kembali dengan teman saya dan kami pun bercerita hal yang sama lagi.

“Kayaknya saya gak jadi ngambil jurusan Pertanian.” Ucap teman saya.

“Kenapa?” tanya saya.

“Saya takut gak dapet pekerjaan!”

Saya terdiam. Mata saya tak bergerak memandang dia.

Kemudian teman saya itu menjelaskan panjang lebar akan hal itu. Dari awal hingga akhir dia ceritakan dengan sejelas-jelasnya. Lalu dia meminta tanggapan saya, mengenai jurusan apa yang harus dia ambil. Dengan contoh, jurusan itu harus banyak lapangan pekerjaannya.

Saya tak memberikan tanggapan apapun kepada dia. Saya tidak tahu harus memberikan tanggapan apa, sedangkan saya malah menjadi bingung. Apakah jurusan politik yang akan saya ambil, akan banyak lapangan pekerjaannya. Bukankah masuk politik itu susah. Apakah saya akan mendapatkan pekerjaan setelah lulus dari jurusan politik. Pertanyaan-pertanyaan itulah yang kini membuat sebuah dilema dan ketakutan yang luar biasa dalam diri saya.

Apakah saya harus memilih jurusan lain? atau Tetap dengan jurusan politik. Entahlah, Hidup ini sungguh sulit untuk dimengerti.

No comments:

Post a Comment