Kalian pasti pernah punya seorang yang special atau yang berarti dalam hidup kalian. seseorang yang selalu bikin kalian senang tiap hari, dan seorang yang selalu bikin kalian susah tidur..
Saya juga punya seorang special itu, seorang yang selalu bikin saya senang, dan senyum terus setiap saat. Dia tidak terlalu cantik, dan juga tidak terlalu jelek, tapi dia punya sesuatu hal yang berbeda dari wanita lain, dan itulah yang bikin saya suka.
Mungkin saya adalah seorang yang sangat pemalu jika berhadapan dengan wanita yang baru saya kenal. Entah kenapa, saya selalu risih aja. Mungkin karna hal itu, ketika SMA saya gak punya pacar.
Selama dua tahun saya hanya menjadi pengagum rahasiannya. gak pernah ada keberanian untuk datang ke dia, dan bilang sejujurnya: Kalo saya suka sama dia. Meski banyak terlintas dikepala untuk mencoba hal itu, tapi semua itu hanya menjadi kata hati yang tak pernah terucap. Saya terlalu pemalu.
Jika saya boleh bilang, dia adalah wanita cinta pertama saya ketika sma. Wanita yang mencuri hati saya sejak pandangan pertama. Saya gak tahu kapan tepatnya, bisa Jadi deket sama dia. Mungkin dikarnakan kami sama-sama tergabung di Anggota PMR. Ketika itu, saya bergabung dengan organisasi PMR. Dan ternyata dia juga ada disitu. Yang saya tahu kala itu, dia bukan anggota, kalo tidak salah dia Panitianya.
Saya inget pas dia lagi sibuk-sibuknya belajar buat UN, tiap hari saya selalau nyemangatin. "Tetap semangat yah. Selalu berusaha dan berdoa". itulah sebuah ucapan semangat yang sering saya sampaikan ke dia. Bahkan sebuah buku karya Radityadika yang berjudul Kambing Jantan pun saya kasih buat dia, biar dia gak terlalu stress karna UN-nya.
Dan beberapa hari kemudian, saya memberanikan diri menyatakan perasaan saya ke dia. Perasaan yang sudah tersimpan rapih di dalam hati untuk dikatakan. Namun, semua itu tak berakhir manis. Dia menolak. Dan dari bibir kecilnya, dia bilang: Ini terlalu cepat.. Mungkin bagi dia memang terlalu cepat, tapi bagi saya ini sudah terlalu lama.
Dan setelah itu saya dan dia seakan berjarak, kami udah jarang SMS-an, tanya kabar dan lain sebagainya. Dan apakah saya melewatkan cinta pertama saya? jawabanya tidak. Seperti pepatah mengatakan, Cinta tak harus memiliki. Meski tidak berakhir happy ending, tapi setidaknya saya pernah berjuang.
Mungkin kalian pernah seperti saya, terlalu malu untuk bilang. Tapi saya mencoba melawan malu itu, dari pada saya harus menyesal seumur hidup saya nanti, Dikarnakan tidak berani bilang yang sejujurnya. Saya tidak ingin meninggalkan masa SMA dengan kekecewaan dan penyesalan. Untuk itu, saya berani bilang: Aku Suka Kamu.. kepadanya. Diterima atau tidaknya itu urusan belakang, yang penting perasaan suka, cinta, itu sudah tersampaikan.
Sumber Foto: Google
No comments:
Post a Comment