Gue beruntung pernah hidup di zaman dimana surat masih digunakan untuk sarana menyampaikan informasi. Surat yang pertama kali gue dapet semasa hidup itu adalah surat cinta. Ya, surat cinta. Gue ulang lagi, SURAT CINTA!
Surat cinta adalah surat pertama kali yang gue dapet semasa hidup. Gue dapet surat cinta itu ketika SD kelas 3. Jadi, gue punya temen namanya Ryan dia ngasih surat gitu ke gue, sambil senyum-senyum gak jelas, kayak om-om yang lagi ngegodain Abg. Setelah dia ngasih surat itu ke gue dengan senyum kambingnya. Tiba-tiba bibirnya bergerak secara vertikal, dan kemudian terdengar suara "Ciiieeeeeeeeehhhhhh". Yang sangat menggema di telinga gue. Seperti teriakan seekor anak alay yang lagi sekarat, kelindes bajay.
Gue yang bingung ketika itu, lalu bertanya sama Ryan,
"Apaan nih?"
“Surat Cinta.” Jawab ryan.
Gue mikir panjang. Gue dapet Surat cinta? Tapi dari siapa?
"Surat cinta ini dari sushi!"
(Sushi? Siapa dia? Yang gue tahu sushi nama sebuah makanan jepang... Emang bisa makanan ngirim surat? Dan juga, gue belum pernah mencicipi sushi, kok dia langsung suka yah.. Entahlah, cinta memang aneh.)
Gue masih gak ngerti sama sushi yang nulis surat ini buat gue, karna Sejujurnya, ketika SD dulu gue ga ganteng-ganteng banget, bisa dibilang standar lah, kayak Nicholas Saputra. Gue pun menduga, ketika nulis surat ini sushi berada dalam kondisi tidak sadar atau dalam keadaan terpaksa seperti, lagi di guna-guna, kesurupan, atau dipaksa sama teroris untuk nulis surat ini, jika enggak mau, bakal ditembak, kemudian mayatnya di buang di rambutnya babecabita. Jadi, dengan sangat terpaksa sushi pun nulis surat ini buat gue. Itulah hipotesis gue mengenai terciptanya surat cinta ini.
Gue sangat penasaran buat baca surat ini, dan dengan sangat perlahan-lahan, lentik jemari gue pun mulai membukanya. Dan ketika itu, gue langsung shock. mata gue mimisan, bibir pecah-pecah, telinga keluar busa. Ini tulisan jelek banget! ini surat cinta atau Surat ancaman pembunuhan. Sungguh men, gue hampir mati bacanya. Gue yakin, surat ini bisa membunuh orang. Gue pun membandingkan dengan tulisan gue, ternyata lebih jelek tulisan gue. Gue pun berpikir, kalo tulisan ini disatukan terus di sebarkan ke dunia.. Gue yakin, peradaban manusia bakal lenyap seketika.
Dengan terpaksa gue tetep baca surat cinta itu, dan entah kenapa gue senyum-senyum sendiri. Setelah selesai baca, gue pun berinisiatif untuk mencari Sushi. Seorang wanita yang kabarnya menulis surat ini untuk gue. Sebelumnya gue ga tahu wujud sushi kayak gimana. Jadi gue minta bantuan ryan buat nunjukin wujud dan rupa sushi. Awalnya ryan gak mau bantuin, tapi setelah gue rayu dengan permen kaki, lima biji, akhirnya dia pun mau bantu gue. Oh teman, hargamu murah sekali.
Gue berjalan di belakang Ryan, sambil senyum-senyum sendiri.
"Noh dia!" tunjuk ryan, ke sebuah halaman.
Gue langsung menatap secepat kilat. Yang gue lihat, seorang wanita berambut panjang, bermata biru, sedang asik makan es mambo. Gue pun menghampirinya.
"Kamu sushi yah, yang nulis surat ini buat aku?" tanya gue malu.
"Bukan. Aku ayu. Sushi itu temen aku..." Jawab dia. sambil ngunyah es mambo.
"Hah! trus dimana sushi?"
"Itu dia, lagi makan gundu. Eh, main gundu" tunjuk ayu ke seorang cewek.
Dan yang gue lihat adalah penampakan seorang cewek dengan rambut kepang 12, beberapa giginya hitam pekat, kayak baru abis kebakar dan dia lagi jongkok sambil megang gundu (Kelereng), dia main gundu sama laki-laki. Gue terdiam sesaat, Kecewa dengan apa yang baru gue lihat. Gue terus ngeliatin dia, kemudian tiba-tiba dia teriak sama cowok temen mainnya,
"Tai lu. Giliran gua jalan ini.. Gue gampar jadi gundu lu!"
Dan saat itu, gue langsung lari seketika. Shit!


No comments:
Post a Comment