Gue adalah orang yang percaya jika ada barang yang rusak atau eror maka untuk memperbaikinya dengan memukul barang tersebut. Kepercayaan ini udah gue anut sejak kecil.
Jadi, dulu gue punya Playstasion (PS) di rumah, dan setiap hari gue selalu main Ps:
Gue kalo main ps gak kenal waktu. Pernah gue main ps sampe seharian full, dari mulai subuh sampe ketemu subuh lagi. Dan kebiasaan ini terus berlanjut kehari-hari berikutnya. Hingga pada satu masa, gue melihat Ps gue dalam keadaan sekarat. Dia terlentang tak berdaya di suatu lantai, tubuhnya panas, sesekali dia bersin dan batuk... Mungkin dia demam. Tapi gue gak peduli! Gue tetep main Ps. Dan gue mendapatkan sebuah kenyataan yang pahit, Ps gue RUSAK. Ketika tahu Ps gue rusak itu, gue kesel banget. Gue udah gak ada gairah buat hidup. Dan yang gue lakukan ketika itu, bukannya bawa ketempat servis, malah Ps-nya gue pukul-pukul dengan biadab. Dan apa yang terjadi, tiba-tiba Ps gue jadi kembali atau dalam bahasa lainnya, Hidup kembali. Dan sejak saat itu, kepercayaan memukul barang yang rusak atau eror terus gue anut hingga sekarang.
Banyak barang gue yang sering rusak, secara gak wajar. Jujur, kadang ini bikin gue sedih. Contohnya, notebook gue. Gue beli notebook agustus 2014, dan gue sangat menjaganya banget. Ga boleh notebook ini sampai rusak kayak barang-barang yang lainnya.
Namun kenyataannya, di bulan September notebook gue Eror. Trackpadnya sering jalan-jalan atau bergerak sendiri. Jadi, jika gue gerakan trackpad panah ke kanan, itu bakal bergerak kekiri. Jika gue gerakin ke atas, dia bakal gerak kebawah.
Gue jadi inget sama kepercayaan gue, Jika ada barang yang rusak atau eror maka untuk memperbaikinya dengan cara memukul barang tersebut. Gue pun melakukan hal ini sama notebook gue. Yah, dengan begitu penuh dendam gue pukul-pukul tracpad gue berulang-ulang. sampai ada sebuah bunyi dari trackpadnya,"Cracckkkkkk" seakan bilang, "Ampun Bang..." Dan hasilnya, trackpad gue normal kembali...
Tapi semua ini gak bertahan lama, trackpad gue eror lagi. Bahkan gue pukul berulang-ulang, tetep dia gak normal lagi, malah jadi tambah eror. Dan karna gue orangnya gak mau ambil pusing, gue beli mouse.
Di bulan juli kemarin, gue beli laptop baru. Dan notebook itu, gue kasih sama adek. Namun sebelum kasih sama adek, gue bawa notebook itu ke tempat servis di mall. Bukan mau servis trackpadnya, tapi pengen instal windows. Gue udah gak peduli sama trackpadnya. Jadi, notebook gue ini udah berat banget.
"Bang, instal windows dong.."
"Windows berapa mas?"
"Windows 7 bang."
"Oke. Silahkan tunggu mas!"
Setelah nunggu 30 menit lebih, akhirnya proses instal udah kelar. Gue pun mencoba menggunakannya sebentar. Gue klik dokumen, software, dan lain-lain, dan udah gak lambat dan berat lagi. Dan ada satu hal yang aneh, ketika itu Trackpad gue normal. Tetapi gue masih belum percaya, bisa aja ni trackpad PHP-in gue kayak dulu.
Gue ninggalin keluarga yang dibogor, demi untuk melanjutkan pendidikan. Beberapa bulan berjalan, gue menghubungi adek gue:
"Dek, gimana notebooknya udah gak lambat dan berat lagi-kan loadingnya?
Dan ketika itu adek gue menjawab,
"Iya kak, udah gak lambat lagi nih.. Oya, trackpadnya juga udah normal gak kayak dulu.."
Gue diem. Hening.
"Maksudnya dek?
"Iya, trackpadnya udah gak eror lagi. Sekarang udah normal."
Dengan mendengar jawaban adek gue itu, gue berkesimpulan trackpad gue itu kena virus. Dan ketika di instal, virus itu pun lenyap. Hasilnya, trackpad itu normal kembali.
Gue sekarang udah gak percaya lagi sama asumsi dan kepercayaan gue, Jika ada barang yang rusak atau eror maka untuk memperbaikinya dengan cara memukul barang tersebut. Gue udah gak percaya lagi. Dan mungkin gue akan revisi kalimat itu menjadi:
Jika ada barang yang rusak atau eror, maka untuk memperbaikinya dengan cara tahu apa penyebabnya."

No comments:
Post a Comment