Setiap blogger ataupun penulis novel selalu dituntut untuk
memiliki Konten/Genre tulisan. Setidaknya, mereka juga diharuskan untuk
konsisten dengan konten mereka.
Kemarin, gue tersadar bahwa apa yang tulis sekarang udah lepas jauh dari pakem awal. Tulisan gue tiba-tiba berubah, yang awalnya gue suka bikin tulisan lucu atau sering menyisipkan komedi di dalamnya. Kini, tulisan gue jadi agak serius. Namun meskipun begitu, komedi selalu membuat gue menjadi pribadi yang bergairah ketika menulis. Pada dasarnya, gue suka membuat orang ketawa. Entah kenapa, gue selalu bahagia aja ketika ngeliat orang ketawa karena tulisan gue. Dan pada akhirnya, gue jadi kecanduan bikin tulisan komedi. Gue inget pertama kali bikin Cerpen, dan dibaca temen sekelas-mereka gak berhenti ketawa. Ada perasaan yang membanggakan ketika itu, dan itulah satu alasan kenapa gue menyukai komedi. Karna sejatinya, gak ada yang lebih membahagiakan melihat suatu karya kita dihargai dan disukai
*****
Perubahan gaya tulisan gue terkadang sangat dipengaruhi oleh Buku apa yang sedang gue baca. Ya, setiap buku yang gue baca secara tidak sadar telah merubah gaya tulisan gue. Dan buku “Dan Brown” adalah penyebab semuanya.
Berawal dari baca buku “Davinci Code”, berawal dari situlah sisi keseriusan gue muncul. Sejak itu, gue mulai suka dengan tulisan-tulisan serius. Selain itu, Davinci Code, mengantarkan gue kepada buku-buku lain yang luar biasa. Gue jadi suka baca karya, JK. Rowling, Ernest Hemingway, Pramoedya Ananta Toer, Agatha Christi, dan Orhan Pamuk. Gue juga gak akan melupakan bahwa Sayap-sayap patah memiliki andil yang besar dalam perubahan menulis gue. Ya, setidaknya itu yang gue yakini.
Sejak itu, gue meyakini bahwa buku memiliki andil yang besar dalam
suatu tulisan. Artinya, membaca buku bisa mempengaruhi gaya tulisan seseorang.
Katakanlah: Jika seseorang menyukai buku-buku serius macam Dan Brown, atau
Agatha dan penulis serius lainnya. Maka gue yakin, ia akan terpengaruh untuk
menulis serius juga. Namun sebaliknya, jika ia menyukai buku-buku komedi maka
tak heran jika ia juga akan terpengaruh untuk menjadi penulis
komedi.
Melihat banyak blogger-blogger yang begitu mudahnya menulis sesuai konten, terkadang membuat gue iri bukan main. Mereka seakan dengan mudahnya mampu untuk menjaga gaya tulisan mereka, satu hal yang sangat menyulitkan bagi gue. Jadi, problem yang gue alami adalah kebingungan dalam menulis. Bingung ingin menulis apa? dan Bingung menulis seperti apa?
Orang bilang: tulis saja apa yang kamu suka?
Lalu gue mencoba gak menulis.
Melihat banyak blogger-blogger yang begitu mudahnya menulis sesuai konten, terkadang membuat gue iri bukan main. Mereka seakan dengan mudahnya mampu untuk menjaga gaya tulisan mereka, satu hal yang sangat menyulitkan bagi gue. Jadi, problem yang gue alami adalah kebingungan dalam menulis. Bingung ingin menulis apa? dan Bingung menulis seperti apa?
Orang bilang: tulis saja apa yang kamu suka?
Lalu gue mencoba gak menulis.

No comments:
Post a Comment