Wednesday, 30 March 2016

Bumi Manusia - Pramoedya Ananta Toer



                     
  
Sebagai pembaca amatir, membaca buku yang tebal-tebal seperti halnya buku-buku klasik kadang bikin saya kurang suka untuk menyelesaikannya. Karna alasannya mudah, saya tak suka plot yang berlarut-larut, karna itu bikin saya ngantuk. Dan yang kedua, terkadang buku klasik rumit untuk saya pahami. Dengan kedua alasan Itulah kenapa saya tak pernah membaca buku klasik selama ini.

 Namun pandangan saya mengenai Buku-buku klasik terbantahkan, ketika membaca Bumi Manusia. Buku ini menampar saya sangat dalam, dan meruntuhkan ekspetasi awal saya, yang mungkin akan membosankan. Setiap halamannya, saya tak pernah berhenti untuk membaca. Tulisannya yang Mengalir, membuat saya tak sadar bahwa sudah sejauh itu saya membalik halaman.

Dengan gayanya sendiri, pramoedya coba mengajak, bukan saja ingatan, tapi juga pikir, rasa, bahkan diri untuk bertarung dalam golak gerakan nasional awal abad. Karena itu dengan gaya kepengarangan dan bahasa pram yang khas, pembaca diseret untuk mengambil peran diantara tokoh-tokoh yang ditampilkannya.  

Bumi Manusia banyak menceritakan bagaimana sikap dan prilaku orang-orang pribumi di abad 19 dan 20. Buku ini bercerita tentang seorang Minke dari sudut pandangnya sendiri. Minke yang seorang pribumi, memiliki pengetahuan eropa, Yang membedakannya dari pribumi-pribumi kala itu. Buku ini juga banyak mengangkat hal mengenai pandangan-pandangan Eropa mengenai Pribumi, Indo, Totok dan sebaliknya. Sesuatu hal yang sangat rasis untuk dibicarakan di abad saat ini.

Di buku ini diceritakan Minke sebagai seorang lelaki yang ingin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban. Sebetulnya buku ini lebih dekat mengangkat kisah cinta minke kepada seorang wanita Indo (eropa-pribumi), Annelies. Banyak hubungan emosional antara keduanya. Dan juga pram menggambarakan suatu hubungan yang sangat sentimentil, antara minke dengan ayahnya.  
 
Ketika membaca buku ini, saya seakan tidak sedang membaca, seakan sedang mendengarkan Minke atau Pram sedang bercerita dihadapan saya. Tulisan pram yang jujur dan penuh kemalangan, membuat saya tak ingin menyudahinya. Maka tak heran jika Bumi Manusia telah di terjemahkan ke dalam lebih dari 42 bahasa asing. Kejujuran pram begitu mengena ke dalam hati para pembaca. Buku ini, membuka mata saya lebar-lebar mengenai sejarah awal bangsa indonesia yang kelam dengan apa adanya. Kritik-kritik pram di buku ini, membuat saya tak hentinya menggelengkan kepala, Bagaimana pram bisa seberani itu. Dan dalam hal ini, pram merubah mindset saya mengenai sastra klasik, tidak semua buku klasik itu membosankan. Bagi saya, kurang etis jika mengatakan dirinya pencinta sastra, terlebih klasik, jika belum pernah membaca Bumi Manusia. Buku ini tak berlebihan jika dikatakan sebagai sastra klasik terbaik negeri ini. Memang apa adanya, dan sudah semestinya.


“Pramoedya Ananta Toer adalah seorang master cemerlang dalam mengisahkan lika-liku emosi, watak, dan aneka motivasi yang serba rumit.” –The New York Time 


Catatan: Buku ini termasuk dalam Tetralogi Buru.


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   

8 comments:

  1. jadi pengen baca karya-karya pramoedya ananta toer, tapi harga bukunya bikin dompet kosong

    ReplyDelete
  2. Bangga dengan karya karya Pramoedya Ananta Toer


    www.semesta-berbicara.com

    ReplyDelete
  3. belum pernah baca tulisan beliau. ragu2 apakah terlau berat atau tidak, karena aku kalau baca yang ringan2 saja untuk refreshing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bumi Manusia cocok buat refreshing kok. Tulisannya mengalir banget, seperti halnya Jk, Rowling tapi mungkin lebih baik sedikit.

      Delete
  4. wah buku ini, pengin banget saya baca tapi harganya mahal. beruntung yang udah baca :)


    www.afsokhipelajargo.blogspot.com

    ReplyDelete